Kamis, 22 Maret 2012

Always Remember...


Selama ini, aku memendam perasaanku padanya. Rasa yang mungkin selamanya takkan pernah ku ungkapkan. Biarlah aku memendam perasaan ini sendiri…. Tapi, sampai kapan???
Hari ini, Hunter balik ke Indonesia. Setelah 6 bulan mengecap pendidikan di negeri kangguru Australi. Dia sahabatku… sahabat terbaikku… sekaligus pacar dari mantan musuhku. Dapatkah kupungkiri perasaan ini? Terlalu jahat diriku jika mencintai dia. Hari ini aku akan bertemu dengannya lagi. Dan aku…. Belum siap untuk itu!!!
“Bodohnya diriku…mencintai kamu…” suara merdu kerispatih mengalun dari handphoneku. Kulihat nama yang tertera pada layar datar itu. ‘Hunter calling’. Aku belum siap untuk mendengarkan suara yang selalu membuat jantungku berdetak tak karuan itu. Padahal dulu, hamper setiap hari dia menyanyikan lagu untukku. Hunter memang senang sekali memamerkan suaranya yang…yah… harus kuakui suaranya cukup merdu untuk didengar. Awalnya aku selalu merengek untuk dinyanyikan lagu olehnya. Dia seperti kakak yang amat sangat baik untukku. Hunter selalu saja memanjakanku. Mungkin itulah yang membuatku tak bisa merelakannya bersama dengan cewe’ lain. Hem…lama-kelamaan, tanpa disuruhpun dia bernyanyi sepanjang waktu. And I love it. Sudah lama sekali nama itu tak muncul di layar ponsel ini. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengangkatnya.
“Hai Hunt, apa kabar??? Tumben nelfon. Napa nih…” akhirnya kata-kata singkat itu keluar dari bibirku dengan selamat. “Baik…. Nih baru nyampe. Koq ga’ ikut ngejemput sih? Gue kan kangen banget sama lo. Eh, ketemuan yuk… Gue traktir nonton deh. Sekalian makan bareng… mau yah… Gue pengen curhat nih… Udah lama kan kita ga’ ngobrol bareng..” Emang hari ini aku tak menyempatkan diri untuk menjemputnya di bandara. Waktu ngentar dia ke bandara dulu… aku pulang nangis ga’ berhenti-berhenti tiga hari tiga malam. Gimana engga’! Neni pacar dia itu juga ikutan ngantar dia ke bandara. Apa yang kau harapkan dari seorang sahabat ketimbang dengan pacarmu sendiri? Aku tak berlama-lama disana. Aku langsung pulang dan menangis sejadi-jadinya. Saat itu aku berjanji untuk ngelupain dia. Aku bahkan menghapus semua foto yang ada wajahnya. Semua smsnya… semuanya… Dan sekarang, setelah hampir 100% dia menghilang dari otakku…dia malah minta ketemuan. Usahaku selama ini akan hancur berantakan. Gagal total. Baru denger suaranya aja, aku udah ngerasa pengen terbang. Bisa dibilang, aku jatuh cinta lagi padanya. Lalu apa yang harus aku lakukan????
“Hunt, sorry… aku ga’ bisa ketemu sama kamu….” Akhirnya dengan berat hati, kalimat itu terucap juga. “Tapi kenapa???” desaknya. “Em… aku mungkin lagi agak kurang enak badan kali yah… ga’ tau ah. Pokoknya aku lagi males banget keluar rumah.” ‘Tut..tut..tut..’ Aku mengakhiri pembicaraan itu. Sorry Hunt. Aku ga’ bisa ngebiarin hati aku sakit untuk yang kesekian kalinya lagi. Hunter itu milik orang lain. Dimatanya, aku hanyalah seorang sahabat yang baik. Sahabatnya yang selalu mendengarkan curahan hatinya. Apa yang kau rasakan ketika orang yang sangat kamu sayang bercerita tentang dirinya dan pacarnya. Aku tak percaya semua itu terjadi padaku. Hatiku rasanya teriris…terkoyak…tak berbentuk lagi. Duniaku rasanya runtuh ketika suatu hari dia datang padaku dan berkata…”Han, gue suka sama Neni” Oh God!!! Kenapa bukan namaku saja sih yang dia sebut. Kenapa harus Neni??? Mungkin tak kan jadi masalah yang serius jika cewe’ itu bukan Neni. Tapi ini!!! Neni!!! Orang yang paling kubenci di dunia ini. Entah sejak kapan aku menjadi begitu membencinya. Maaf jika perasaan ini salah. Tapi, aku cinta sama kamu….

1 komentar: