Selama ini, aku memendam perasaanku padanya. Rasa
yang mungkin selamanya takkan pernah ku ungkapkan. Biarlah aku memendam
perasaan ini sendiri…. Tapi, sampai kapan???
Hari ini, Hunter balik ke Indonesia. Setelah 6 bulan
mengecap pendidikan di negeri kangguru Australi. Dia sahabatku… sahabat
terbaikku… sekaligus pacar dari mantan musuhku. Dapatkah kupungkiri perasaan
ini? Terlalu jahat diriku jika mencintai dia. Hari ini aku akan bertemu
dengannya lagi. Dan aku…. Belum siap untuk itu!!!
“Bodohnya diriku…mencintai kamu…” suara merdu
kerispatih mengalun dari handphoneku. Kulihat nama yang tertera pada layar
datar itu. ‘Hunter calling’. Aku belum siap untuk mendengarkan suara yang
selalu membuat jantungku berdetak tak karuan itu. Padahal dulu, hamper setiap
hari dia menyanyikan lagu untukku. Hunter memang senang sekali memamerkan
suaranya yang…yah… harus kuakui suaranya cukup merdu untuk didengar. Awalnya
aku selalu merengek untuk dinyanyikan lagu olehnya. Dia seperti kakak yang amat
sangat baik untukku. Hunter selalu saja memanjakanku. Mungkin itulah yang
membuatku tak bisa merelakannya bersama dengan cewe’ lain. Hem…lama-kelamaan,
tanpa disuruhpun dia bernyanyi sepanjang waktu. And I love it. Sudah lama
sekali nama itu tak muncul di layar ponsel ini. Akhirnya aku memberanikan diri
untuk mengangkatnya.
“Hai Hunt, apa kabar??? Tumben nelfon. Napa nih…”
akhirnya kata-kata singkat itu keluar dari bibirku dengan selamat. “Baik…. Nih
baru nyampe. Koq ga’ ikut ngejemput sih? Gue kan kangen banget sama lo. Eh,
ketemuan yuk… Gue traktir nonton deh. Sekalian makan bareng… mau yah… Gue
pengen curhat nih… Udah lama kan kita ga’ ngobrol bareng..” Emang hari ini aku
tak menyempatkan diri untuk menjemputnya di bandara. Waktu ngentar dia ke
bandara dulu… aku pulang nangis ga’ berhenti-berhenti tiga hari tiga malam.
Gimana engga’! Neni pacar dia itu juga ikutan ngantar dia ke bandara. Apa yang
kau harapkan dari seorang sahabat ketimbang dengan pacarmu sendiri? Aku tak
berlama-lama disana. Aku langsung pulang dan menangis sejadi-jadinya. Saat itu
aku berjanji untuk ngelupain dia. Aku bahkan menghapus semua foto yang ada
wajahnya. Semua smsnya… semuanya… Dan sekarang, setelah hampir 100% dia
menghilang dari otakku…dia malah minta ketemuan. Usahaku selama ini akan hancur
berantakan. Gagal total. Baru denger suaranya aja, aku udah ngerasa pengen
terbang. Bisa dibilang, aku jatuh cinta lagi padanya. Lalu apa yang harus aku
lakukan????
“Hunt, sorry… aku ga’ bisa ketemu sama kamu….”
Akhirnya dengan berat hati, kalimat itu terucap juga. “Tapi kenapa???”
desaknya. “Em… aku mungkin lagi agak kurang enak badan kali yah… ga’ tau ah.
Pokoknya aku lagi males banget keluar rumah.” ‘Tut..tut..tut..’ Aku mengakhiri
pembicaraan itu. Sorry Hunt. Aku ga’ bisa ngebiarin hati aku sakit untuk yang
kesekian kalinya lagi. Hunter itu milik orang lain. Dimatanya, aku hanyalah
seorang sahabat yang baik. Sahabatnya yang selalu mendengarkan curahan hatinya.
Apa yang kau rasakan ketika orang yang sangat kamu sayang bercerita tentang
dirinya dan pacarnya. Aku tak percaya semua itu terjadi padaku. Hatiku rasanya
teriris…terkoyak…tak berbentuk lagi. Duniaku rasanya runtuh ketika suatu hari
dia datang padaku dan berkata…”Han, gue suka sama Neni” Oh God!!! Kenapa bukan
namaku saja sih yang dia sebut. Kenapa harus Neni??? Mungkin tak kan jadi
masalah yang serius jika cewe’ itu bukan Neni. Tapi ini!!! Neni!!! Orang yang
paling kubenci di dunia ini. Entah sejak kapan aku menjadi begitu membencinya.
Maaf jika perasaan ini salah. Tapi, aku cinta sama kamu….
eh cumi, alay,, *muntah baca tulisan sendri..* hahahaha..
BalasHapus